Cara Gampang Daftar BPJS Kesehatan Secara Online, Bebas Antri Dan Praktis

Cara Gampang Daftar BPJS Kesehatan Secara Online, Bebas Antri Dan Praktis-Sobat uhabangetblog, masyarakat Indonesia sekarang semakin sadar akan pentingnya keberadaan BPJS kesehatan. Terbukti, dengan samakin banyaknya masyarakat yang mendaftarakan diri untuk ikut program BPJS kesehatan. Untuk mendaftar menjadi anggota BPJS kesehatan bisa secara mandiri atau dari perusahaan.

cara daftar bpjs kesehatan secara onlineDan caranya juga bisa offline/ langsung ke kantor BPJS atau secara online.

Penulis sendiri pernah mengalami bagaimana mengurus BPJS kesehatan secara offline. Busyettt ngantrinya minta ampun. Datang jam 08.00 WIB pagi di kantor BPJS kesehatan saja, dapat antriannya sudah nomor ke seratus sekian lebih. Dan benar saja, urusan pendaftaran baru beres sampai jam 14.00 WIB.  Pengorbanan berjam-jam tersebut terbayar lunas setelah penulis mendapatkan kartu BPJS kesehatan. Dan terbukti, kartu tersebut memang bermanfaat. Kalau sakit, tinggal datang ke dokter yang menjadi faskes pertama pilihan kita. Tunjukin tuh kartu, kita akan mendapatkan layanan secara gratis. Tapi inget ya, harus tertib bayarnya. Kalau telat, kamu ga bakal dilayanin.

Buat sobat yang belum punya kartu BPJS kesehatan dan berencana daftar, penulis sarankan mendingan daftarnya via online saja. Bebas ribet, bebas antri, cepat dan praktis. Persyaratan yang harus dipersiapkan kurang lebih sama dengan kalau kita daftar offline/ datang langsung ke kantor BPJS kesehatan di kota kita. Siapkan saja Kartu keluarga (KK), KTP, NPWP, Alamat Email, No HP, dan nomor rekening penanggung untuk bayar iuran. Nomor rekening bank di sini bisa BRI, BNI, BTN atau Mandiri. Diluar itu tidak bisa. Nah kalau ga punya rekening bank gimana? Tenang, kamu bisa bayar di Indomaret. Jangan lupa siapin foto masing-masing anggota keluarga anda. Dan siapin PC/ laptop beserta koneksi internet.

Cara Daftar BPJS Online

1. Buka website resmi BPJS kesehatan di https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-online/ lalu klik Pendaftaran Peserta.

2. Lalu muncul Bpjs-kesehatan admission yang memuat syarat dan ketentuan pendaftaran BPJS kesehatan. Baca dulu semuanya sampai tuntas lalu centang dan klik pendaftaran.

3. Langkah selanjutnya adalah sobat diminta untuk input nomor Kartu Keluarga (KK).
Masukkan nomor KK,isi kode captca, lalu klik “inquery Kartu Keluarga”. Jika nomor KK berhasil terdetek, akan muncul nama semua anggota keluarga. Kalau gagal, coba deh ulangi di lain hari. Bisa jadi data KK belum terdeteksi oleh BPJS kesehatan.

4. Selanjutnya adalah mengisi data pada kolom yang disediakan (data diri peserta, kelas yang dipilih, alamat lengkah, faskes pertama yand dipilih, dll). Perhatikan baik-baik, semua kolom harus diisi dengan benar dan lengkap.

5. Jika data sudah lengkap dan benar, tinggal menunggu notifikasi email yang berisi nomor registrasi. Kalau email sudah masuk, buka dan kemudian kita akan diarahkan untuk klik URL yang menuju ke halaman yang berisi nomer virtual. Sobat bisa mencetak nomor virtual account.

6. Kemudian bayar dulu ya jumlah iurannya untuk seluruh anggota keluarga. Bayarnya ke bisa ke BRI, BNI, BTN atau Mandiri. Cara bayar iuran BPJS ke bank sangat mudah. Datang ke teller bank, kemudian sobat berikan nomor virtual account BPJS. Kalau sobat sudah bayar, nanti akan dapat email pemberitahuan lagi dari BPJS kesehatan. Isinya adalah E-ID Card Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial. Ini bisa diprint sendiri lho.  Lantas, kamu tinggal mendatangi kantor BPJS di kotamu untuk print kartu BPJS. Ngantri dong? Ga perlu. Datang saja langsung ke bagian print kartu BPJS dengan membawa berkas yang diperlukan seperti foto copy KK, foto copy KTP, foto copy akte kelahiran anak, pas foto  3×4 masing-masing 1 lembar, virtual account dan bukti pembayaran BPJS. Besarnya iuran BPJS bagi yang Non-PBI (Bukan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) beragam. Untuk Kelas 1 Rp 80.000, kelas 2 Rp 51.000, Kelas 3 Rp 30.000.

Kalau sobat sudah menjadi peserta BPJS kesehatan, jangan lupa bayar iuran rutin tiap bulan, maksimal tanggal 10. Kalau dulu masih bisa yang dibayar untuk anggota yang sakit atau yang berobat saja. Sekarang sudah tidak bisa. Peraturannya sangat ketat. Begitu kita mau bayar iuran BPJS kesehatan, otomatis yang muncul adalah total tagihan seluruh anggota keluarga. Lah kalau ada anggota keluarga yang tidak pernah bayar? Jangan kaget, semua tunggakan
akan muncul. Jadi kalau ada anggota keluarga yang tidak pernah bayar selama 1 tahun? Ya tahu-tahu total tagihan adalah termasuk tunggakan satu tahun anggota keluarga. Kalau tidak dilunasin, jangan harap akan mendapatkan pelayanan BPJS kesehatan.

Penulis sendiri pernah melihat sendiri kejadian dimana seorang bapak yang kaget bukan kepalang ketika hendak bayar iuran BPJS kesehatan di salah satu minimarket. Beliau ikut peserta mandiri, dengan 4 anggota keluarga kelas 2. Total yang harus dibayar sekitar Ro 204.000. Tapi, mbak kasirnya bilang total yang harus dibayar sekitar satu jutaan. Eh ternyata, ada anggota keluarga dari si Bapak yang tidak pernah bayar. Kalau tidak dibayar semua, ya sekeluarga tidak akan bisa menikmati layanan BPJS kesehatan. Makin ketat khan…

Inget ya, kalau bayarnya telat/ lebih dari tanggal 10 akan dikenakan denda 2%.

sumber: http://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s